Kocakan Air dan Ikan Pun Meloncat

Aku terapung di laut kesibukan
hampir ditenggelam renyah duniawi
siang adalah topeng kejam yang kutanggal pabila senja disapu malam

pada malam sunyi,
aku keluar berjalan
tanpa sepatu atau pakaian
ditelanjangkan gelap
bintang mengintai, bulan sayup di kornea.
malam berbau dengusan nafas gadis sunti ghairah
nakal mengusik rambut dan kening tebalku

ah, betapa aku merasa
bersatu dengan alam
tika angin meramas-ramas
seluruh tubuhku ini
meliuk lentok pada kening, pada bahu, pada rahang muka dan pinggangku

tapak kaki memijak batu-batu kerikil
sedikit kebas,
aku terus berjalan melewati lalang tajam dan sepi kolam dihiasi teratai, kiambang juga rumpai basah
yang merayap di permukaan air tenang

sesekali terdengar kocakan air
oleh ikan yang tak bisa tidur
memecahkan roman-roman yang terlukis di dada kolam
serta bising cengkerik dan serangga
yang saling bertanya sesama mereka,
“Apakah ia seekor binatang terperangkap dalam tubuh manusia?”

Abdullah Hussaini

Advertisements

One thought on “Kocakan Air dan Ikan Pun Meloncat

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s